![]() |
| GEGER TERBARU!!! 250 karyawan geger karena ada kerasukan massal di pabrik sepatu, Ternyata ini penyebabnya |
Liputan6.com, Cianjur - Top 3 Berita Hari Ini teratas
ditempati oleh berita kerasukan massal yang terjadi di sebuah pabrik sepatu di
Cianjur, Jawa Barat.
Sebanyak 250 karyawan tiba-tiba pecahkan keheningan dengan
berteriak, menangis, menggeram hingga tak sadarkan diri saat menjelang
istirahat makan siang.
Untuk mengobati para karyawan yang kerasukan massal itu,
ulama dan ustaz pun didatangkan.
Sementara itu di Purwakarta, operasi uji kelayakan angkutan
umum diwarnai hal yang menggelikan. Saat petugas dishub setempat meminta
kelengkapan kendaraan, semua kendaraan yang terjaring razia tidak membawa STNK.
Konon kabarnya, pihak perusahaan tidak percaya pada
pengemudi dan takut kendaraannya malah dibawa kabur.
Hingga malam ini kedua berita tersebut paling banyak menyita
perhatian pembaca Liputan6.com terutama di kanal Regional.
Kabar lainnya yang tak kalah diburu perihal tangisan
misterius di panti asuhan maut di Pekanbaru, Riau.
Warga sekitar mengaku mendengar tangisan bayi dan jeritan
minta tolong dari dalam panti usai ditinggalkan para penghuninya.
1.Kerasukan Massal di Pabrik Sepatu Jelang Istirahat Siang
Dilansir dari Antara, MR (21), karyawan PYI, menuturkan
kesurupan massal itu berawal dari gedung produksi sepatu Converse. Seorang
karyawati tiba-tiba menjerit, disusul karyawan lainnya yang mengalami kondisi
serupa.
"Kalau tidak salah sampai 200 orang mengalami kerasukan
massal di bagian produksi sepatu Converse. Sebagian besar menjerit dan
menangis, bahkan ada yang sampai tidak sadarkan diri dan menggeram," kata
MR, Rabu, 1 Februari 2017.
Selang beberapa saat, kerasukan merembet ke gedung lain di
gedung produksi sepatu Nike.
Setelah kejadian tersebut, kata dia, sebagian karyawan yang
berada di gedung produksi sepatu Nike dan Converse dipulangkan karena pihak
perusahaan takut kerasukan merembet ke gedung lain yang jaraknya saling
berdekatan.
Selengkapnya...
2. Alasan Kocak Sopir Angkot di Purwakarta Tak Pernah Bawa
STNK
Saat razia kendaraan digelar, sopir angkot di Purwakarta
tidak ada satupun yang membawa STNK. (Liputan6.com/Abramena)
Kejadian unik dan lucu mewarnai operasi uji kelayakan
angkutan umum yang dilakukan Dinas Perhubungan Kabupaten Purwakarta, Jawa
Barat, Rabu, 1 Februari 2017.
"Mau KIR bagaimana, saya tidak bawa surat-surat,"
kata Johani Siregar, salah seorang pengemudi angkutan trayek 43 Cikampek -
Purwakarta.
Alasan tidak membawa kelengkapan mulai dari surat tanda
nomor kendaraan (STNK) dan surat izin mengemudi (SIM), lantaran STNK tidak
pernah diberikan si majikan.
Salah seorang pengemudi bus jemputan karyawan dari
perusahaan oto bus (PO) Parahyangan Expres, Adi, warga Jatiluhur Purwakarta
mengaku hal itu karena pihak perusahaan tidak percaya pada pengemudi.
Selengkapnya...
3. Tangisan dan Teriakan Misterius Usai Panti Asuhan Maut
Disegel
Sejak disegel Polresta Pekanbaru pada Jumat, 27 Januari
2017, panti asuhan maut Yayasan Tunas Bangsa di Kecamatan Tenayan Raya,
Pekanbaru, Riau menjadi perhatian masyarakat sekitar.
"Kalau malam, sejak kasus ini terungkap, ada yang
meninggal, ada warga yang mendengar tangisan bayi. Ada pula yang mendengar
teriakan minta tolong dari dalam," kata warga di lokasi yang mengaku
bernama Budi Rabu, 1 Januari 2017.
"Mungkin masih ada orang di dalam. Kan ada beberapa
ruang rahasia di sana, mungkin ada anak yang masih terkurung. Tapi sudah dicek
kepolisian, hasilnya tidak ada. Entah dari mana sumber suara itu," sebut
Budi.
Keanehan lainnya, tambah Budi, ada beberapa kain sarung yang
terpasang secara tiba-tiba sejak malam penyegelan itu. Padahal ketika polisi
datang, setiap kaca di jendela tidak ada penutup.
Liputan6.com, Pekanbaru - Sejak disegel Polresta Pekanbaru
pada Jumat, 27 Januari 2017, panti asuhan maut Yayasan Tunas Bangsa di
Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau menjadi perhatian masyarakat sekitar.
Setiap hari, ada saja warga yang datang entah dari mana mengintip panti itu
dari luar.
Mulai dari anak sekolah, PNS dan orang biasa, silih berganti
hanya untuk sekedar melihat, baik dari depan, samping, bahkan dari belakang.
Warga sekitar pun sering berkumpul di depan panti untuk sekedar membicarakan
Lili Rachmawati, sang pemilik yayasan tersebut.
Seiring datangnya malam, warga satu per satu meninggalkan
lokasi panti. Cerita horor kemudian mulai menghantui warga sekitar tentang
adanya teriakan bayi pada malam hari sejak panti itu kosong karena anak-anak di
sana dievakuasi.
"Kalau malam, sejak kasus ini terungkap, ada yang
meninggal, ada warga yang mendengar tangisan bayi. Ada pula yang mendengar
teriakan minta tolong dari dalam," kata warga di lokasi yang mengaku
bernama Budi Rabu, 1 Januari 2017.
Padahal, tambah pria berbadan tambun ini, sudah tidak ada
lagi orang tinggal di dalam panti asuhan. Dia pun mengaku sudah pernah mengecek
sumber suara itu, tapi tidak pernah ditemukannya.
"Mungkin masih ada orang di dalam. Kan ada beberapa ruang
rahasia di sana, mungkin ada anak yang masih terkurung. Tapi sudah dicek
kepolisian, hasilnya tidak ada. Entah dari mana sumber suara itu," sebut
Budi.
Keanehan lainnya, tambah Budi, ada beberapa kain sarung yang
terpasang secara tiba-tiba sejak malam penyegelan itu. Padahal ketika polisi
datang, setiap kaca di jendela tidak ada penutup. Kalaupun ada, hanya kain yang
sudah usang.
"Itu sarung yang di jendela itu, sebelumnya tidak ada.
Entah siapa yang masang, padahal ketika polisi menyegel, tidak ada sarung di
sana," sebut Budi.
Seorang ibu bernama Widi, menyebut dirinya memang merasa
agak aneh ketika melintas di samping panti pada malam hari. Hal itu
dirasakannya sejak ada kabar yang menyebut ada enam anak yang sudah meninggal
di lokasi tersebut.
"Kabarnya begitu. Tapi selama saya tinggal di sini,
tidak pernah melihat Lili membawa anak yang sudah meninggal keluar. Makanya
kalau malam, saya agak aneh, agak seram juga kalau lewat samping panti
ini," kata Widi.
Berdasarkan pengakuan saksi yang diperiksa kepolisian, ada
yang menyebut enam anak panti meninggal secara tak wajar di lokasi tersebut.
Semuanya dibawa secara diam-diam oleh Lili, hingga makamnya tidak pernah
ditemukan.
Kepolisian sendiri sempat mencurigai ruangan kosong di bawah
tanah dalam panti. Begitu digali, petugas tidak menemukan adanya jasad ataupun
tulang belulang di ruangan itu.
Terkait adanya dugaan penganiayaan anak di panti, selain M
Ziqli yang sudah meninggal, warga sekitar mengaku kerap mendengar ada teriakan
dan tangisan sewaktu panti itu masih aktif.
"Kalau bayi menangis dan anak berteriak kesakitan,
sering di dengar. Saya juga sering mendengar suami Lili itu marah-marah. Kan
kebun kami tepat berada di belakang panti," kata warga bernama Sumiati,
yang tinggal sekitar 10 meter dari panti tersebut.
Sumiati pernah mendengar kabar Lili membawa tubuh tak
bernyawa keluar dari panti asuhan maut. Hanya saja, perempuan yang pernah
menjadi guru ngaji Lili itu tidak melihatnya langsung.
"Kabarnya ada dulu dibawa secara diam-diam tengah malam
pakai mobil panti. Tapi entah kemana tujuannya. Kalau yang meninggal itu, baru
M Ziqli yang ketahuan dan dikuburkan di Jalan Seroja sana," kata istri
dari Suwarno, mantan RW setempat itu....


0 Response to "GEGER TERBARU!!! 250 karyawan geger karena ada kerasukan massal di pabrik sepatu, Ternyata ini penyebabnya"
Posting Komentar