![]() |
| Kemarahan Pengemudi Gojek tak terbendung lagi!!! Ini dia penyebabnya!!! |
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pengemudi Gojek datang
dengan wajah penuh luka akibat pemukulan. Pengemudi bernama Pane mengaku
dipukuli saat sedang menuju lokasi demonstrasi di depan markas pusat Gojek di
Bangka.
Pane datang dari rumahnya di Tangerang untuk mengikuti
aksi massa menuntut sistem penilaian performa Gojek yang tak adil bagi
pengemudi. Pipi, dan area sekitar mata Pane terlihat sedikit bengkak. Dagu Pane
bahkan terlihat berdarah.
Tak diketahui akibat pasti luka Pane tersebut. Namun
akibat itu massa kembali tersulut amarah.
Aksi damai yang rencananya jadi pilihan para pengemudi
Gojek nampaknya tak terwujud. Beberapa kali massa aksi terlibat saling dorong
dengan aparat keamanan yang bersiaga di depan markas Gojek.
Penolakan pengemudi terhadap sistem penilaian performa
adalah alasan utama demonstrasi kali ini. Sistem yang dimaksud adalah ketentuan
yang mereka harus penuhi untuk mencapai bonus.
Normalnya untuk mendapatkan bonus sebesar Rp140 ribu,
pengemudi perlu mengumpulkan 14 poin dalam sehari. Poin tersebut diperoleh dari
banyaknya order yang berhasil dipenuhi seorang pengemudi.
Untuk pesanan berjarak di bawah 5 kilometer, pengemudi
akan mendapatkan satu poin. Pada jarak 5-10 kilometer, poin yang diperoleh 1,5
poin. Terakhir pada jarak di atas 10 km pengemudi dapat 2 poin.
Namun yang menjadi masalah bagi pengemudi adalah
penilaian performa. Bonus yang seharusnya diterima tak akan turun apabila
mereka tak mencapai performa 50 persen. Angka itu lebih tinggi dibanding sistem
penilaian yang ada sebelumnya.
Yang menjadi puncak kekesalan pengemudi adalah proses
penilaian performa pengemudi yang tak transparan.
"Kita ga ngerti kenapa tiba-tiba kita dapat nilai
performa di bawah 50 persen padahal kita bisa menyelesaikan 7 dari 10 order
yang masuk," tutur Frans salah satu pengemudi yang ikut berdemonstrasi.
Angka persentase adalah tingkat keberhasilan pengemudi
menyelesaikan pesanan yang masuk. Dengan aturan yang ada sekarang, sebenarnya
pengemudi mengantongi 'privilese' untuk tidak menanggapi order yang masuk.
Namun dalam sistem yang baru juga, pengemudi justru tak
punya kesempatan memilih. Sistem yang ada sekarang tak memberikan napas bagi
pengemudi. Mereka yang baru saja mengerjakan order bisa tanpa henti karena
server Gojek terus menembakkan perintah mengantar penumpang. Hal tersebut jadi
dilema bagi sopir Gojek jika kelelahan dan ingin menolak pesanan yang masuk.
Sebab apabila ditolak, persentase performa bisa anjlok drastis.
Pengemudi Gojek lain yang ada di lokasi demo bernama Titi
kesal dengan sistem yang menurutnya tak transparan.
"Kita ga pernah tahu kenapa performa kita anjlok.
Pernah sedang mengantar penumpang tapi malah ada order lain yang masuk. Saya ga
tahu kenapa bisa begitu tapi tahu-tahu performa saya turun," ujar salah
satu dari sedikit pengemudi wanita yang hadir di demo ini.
Hingga berita ini ditulis massa terus membesar. Rombongan
pengemudi dari Tanjung Priok baru saja bergabung dengan konsentrasi massa di
depan markas Gojek. Keriuhan juga masih belum padam sampai detik ini.
Di sisi lain manajemen Gojek belum menunjukkan
tanda-tanda mengakomodasi tuntutan pengemudi. Lemparan botol bahkan terlihat
berseliweran dari massa ke arah gedung Gojek. (pit)


0 Response to "Kemarahan Pengemudi Gojek tak terbendung lagi!!! Ini dia penyebabnya!!!"
Posting Komentar